SMP NEGERI 1 CLUWAK SMP NEGERI 1 CLUWAK SMP NEGERI 1 CLUWAK SMP NEGERI 1 CLUWAK SMP NEGERI 1 CLUWAK

Kamis, 11 Oktober 2012

PR Kita, Sekolah dan Kota yang Ramah Anak

Suasana belajar yang mengedepankan dialog interaktif antara guru dan murid di tingkat keempat North Jakarta International School di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (5/9). Sekolah internasional kini berkembang di sejumlah wilayah Tanah Air. Selain warga negara asing, sekolah ini juga menyasar anak-anak Indonesia dari kalangan ekonomi menengah atas.
JAKARTA, KOMPAS.com - Stop tawuran. Stop kekerasan di dunia pendidikan. Seruan ini sudah didengung-dengungkan dua pekan lamanya sejak tawuran antarpelajar kembali pecah di kawasan Bulungan, 24 September lalu. Yang terbaru, salah satu siswa SMP di Depok yang menjadi korban penculikan dan perkosaan malah mendapat sindiran keras dari pihak sekolah. Namun, seruan saja tak akan mampu memutus mata rantai kekerasan di sekolah tanpa ada upaya-upaya mendasar dalam pendidikan intelektual dan dan mental generasi muda.

Di luar tanggung jawab utama yang dimiliki oleh institusi keluarga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, mengatakan sekolah dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sekolah yang ramah anak dan kota layak anak.

Sekolah, tentu saja terdiri dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah dan para siswa, sementara masyarakat adalah lingkungan di luar rumah dan sekolah, termasuk pemerintah daerah dan aparat setempat.

"Perlindungan anak tetap dikedepankan, kita buat kota layak anak, semua pihak mulai dari keluarga RT, RW, Kabupaten kota, termasuk dengan sekolah ramah anak," ungkapnya ketika mengikuti upacara di SMA Negeri 6 Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sekolah bisa menjadi ramah bagi anak bila mampu menyediakan ruang bagi siswa untuk berkreasi dan menciptakan suasana yang kondusif bagi anak untuk belajar. Sama dengan pendidikan di rumah, nilai-nilai kasih sayang dalam penegakan disiplin harus tetap dijunjung.

"Harus ada kemauan dari kita semua. Di sekolah sudah harus punya sistem penegakan hukum yang benar ditegakkan. Tentu bukan dengan sistem algojo, tapi dengan kasih sayang, komunikasi yang terbuka, mengarahkan minat, dan tetap memberi panutan baik bagi anak-anak," tambahnya kemudian.

Sementara itu, sesuai program kementerian, sebuah kota bisa dikatakan layak untuk anak bila memenuhi lima aspek, yaitu disediakannya forum anak, adanya peraturan daerah yang menjamin perlindungan hak anak, serta ada kelembagaan, anggaran dan gugus tugas khusus untuk agenda ini.

Hormat sesama, cinta tanah air

Dengan sinergi antara orangtua, sekolah dan masyarakat, Linda yakin munculnya kekerasan pada anak dan remaja dapat berkurang. Akan makin efektif, jika ketiga elemen itu mengajarkan nilai mengasihi dan menghormati sesama serta rasa cinta tanah air.

Linda menilai, salah satu faktor utama yang menyebabkan generasi muda tidak lagi malu melakukan kekerasan dan ikut terlibat dalam tawuran adalah tipisnya rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

"Nomor satu itu itu cinta tanah air, semangat merah putih, sayang. Sudah itu aja. Kalau sudah cinta, kita semua akan malu kalau berbuat yang tidak baik untuk diri kita sendiri, sekolah, orangtua, dan bangsa ini," ujarnya.

Pemahaman akan makna upacara bendera, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan ikrar pelajar seharusnya bisa mengingatkan para pelajar akan semangat perjuangan kemerdekaan para pahlawan untuk mengaplikasikan semangat yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang juga bisa ditempuh adalah berkunjung ke makam pahlawan.

Para pelajar juga didorong untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit dan fokus untuk meraihnya. Dengan demikian, tak akan ada tempat untuk kekerasan di sekolah.

Guru Harus Kreatif, Bisa Ajar Etika Lewat 'Games'


M.LATIEF/KOMPAS.COM Ilustrasi: hidup guru adalah lentera bagi para muridnya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya kasus kekerasan dan aksi tawuran antarpelajar yang sering terjadi belakangan ini mencerminkan sistem pendidikan di Indonesia masih kacau. Pengamat perlindungan anak, Seto Mulyadi, memandang perlu adanya perubahan kurikulum pendidikan yang lebih mengedepankan soal pendidikan karakter terutama bagi anak dan remaja.

"Sistem pendidikan kita, nampaknya sudah melupakan etika, bahkan masih belum mementingkan pendidikan spiritual. Cara bertingkah laku pelajar masih kacau, masih ada banyak kasus kerasan dan aksi tawuran seperti yang lalu itu," ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini saat menghadiri acara pelatihan ESQ bagi siswa SMA 70 dan SMA 6 di Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Kak Seto menyarankan perlu adanya metode yang tepat untuk memutus mata rantai kekerasan dan tawuran di dunia pendidikan. Dalam hal tersebut, peningkatan kurikulum dapat diperankan oleh guru di sekolah.

"Hal demikian itu dipraktikkan oleh guru di sekolah, coba merangsang panca indera mereka (anak remaja) dengan game atau permainan yang mengedepankan kecerdasan emosial dan spiritual mereka. Itu efektif sekali membuat anak senang sekaligus berkarakter," ucapnya.

Kak Seto juga menjelaskan, visi pendidikan Indonesia harusnya sudah mengedepankan soal penerapan etika, yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan estetika.

"Tidak hanya mengejar nilai-nilai akademis, tetapi juga etika dan estetika. Dengan begitu, para pelajar dapat menjadi pribadi yang baik, dan bisa menjauhi tindakan-tindakan kekerasan yang ada di sekitarnya," jelas Kak Seto.

Ia menambahkan, perlu juga adanya campur tangan dari pihak ketiga, yaitu orang tua, sekolah, dan aparat untuk tetap memberikan teladan yang baik agar lingkungan sekitar juga mendukung sistem pendidikan yang sedang mereka jalani.

"Jangan sampai yang sudah baik dan damai dapat membara lagi. Ini berkaitan dengan usia anak juga, tolong kita yang dewasa berikan juga hak diskresi mereka, agar mereka bisa mengambil keputusannya sendiri," tandasnya.

Jumat, 05 Oktober 2012

Kadisdik DKI: Sekolah Tak Boleh, yang Boleh Komite

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menegaskan, pihak sekolah tidak boleh melakukan pungutan apa pun kepada siswanya. Ia mengatakan, yang dimungkinkan melakukan pungutan adalah Komite Sekolah, dengan catatan penerapannya memenuhi unsur demokratis.

"Dalam undang-undang diperkenankan ada peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan. Jika itu bisa dilakukan secara musyawarah, demokratis dan tetap mempertimbangkan ada yang tidak mampu, kan boleh saja," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2012).

Ia mengungkapkan, salah satu pasal dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, pendidikan adalah urusan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat. Menurut Taufik, Komite Sekolah masuk dalam unsur masyarakat di mana berhak memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan.

"Bukan berarti sekolah yang mengambil, tapi Komite Sekolah. Intruksi dari Dinas, mereka harus bekerja optimal, target kurikulum tercapai. Yang pasti sekolah menjalankan peranannya, kalau komite mau, bisa saja bekerja sama dengan pihak sekolah," papar Taufik.

Pernyataan Taufik tersebut, merupakan tanggapan atas sosialisasi iuran yang dilakukan Komite SMA 14 kepada sekitar 800 siswanya. Semula direncanakan akan ada iuran sebesarRp 200 ribu per siswa per bulan. Pihak komite dan sekolah melakukan langkah tersebut sebagai inisiatif karena bangunan sekolah mereka tengah direhabilitasi total. Sementara, gedung pengganti berupa SD yang disediakan, tidak memenuhi klasifikasi sekolah berstandar nasional tersebut.

Oleh sebab itu, komite dan sekolah berinisiatif mencari bangunan alternatif yang mampu mengakomodasi kegiatan belajar mengajar selama gedung sekolah di rehabilitasi total. Kedua pihak tersebut kemudian mendapatkan sewa gedung di Kompleks STIKES Binawan, Jl. Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pihak sekolah kemudian melakukan pengelolaan dana secara swadaya untuk menyewa bangunan tersebut. Dengan alasan tersebut, komite melakukan sosialisasi tentang iuran sebesar Rp 200 ribu per bulan kepada wali murid. Pihak komite menyatakan bagi siswa yang tidak mampu, bisa menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Taufik menambahkan, Dinas Pendidikan sendiri memang hanya memberikan dana pada sektor rehabilitasi total bangunan. Pihaknya tidak memberikan dana pemindahan atau penampungan sementara. Oleh sebab itu, dalam kasus SMA 14, ia mengaku, langkah yang ditempuh komite dan sekolah untuk mencari alternatif demi kelancaran pendidikan, wajar adanya.

"Yang dimaksud biaya investasi dan operasional. Investasi itu gedung, operasional itu gaji guru, memang gratis. Kalau SMA 14 ini khusus, kan sedang kita perbaiki. Supaya fasilitas lebih representatif dan memadai, itu silahkan, asalkan tetap demokratis seperti yang tadi," katanya.

Senin, 01 Oktober 2012

Kemendikbud Janji UKG Gelombang II Lebih Baik

Uji Kompetensi Guru - Sejumlah guru mengerjakan soal Uji Kompetensi Guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jetis, Yogyakarta, Selasa (31/7/2012). UKG gelombang kedua di sekolah itu pada hari tersebut berjalan lancar sedangkan gelombang sebelumnya gagal karena terkendala masalah koneksi ke server.

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji Kompetensi Guru (UKG) gelombang kedua akan digelar mulai Selasa (2/10/2012) besok. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, menjamin pelaksanaannya akan lebih baik. Oleh karena itu, menurutnya, guru peserta tidak perlu khawatir.

"Semua persiapannya sudah kita lakukan lebih baik. Untuk para guru peserta tak usah berpikir terlalu jauh. UKG dilakukan demi kebaikan dan untuk pemetaan. Persiapkan diri sebaik-baiknya," kata Nuh saat dijumpai Kompas.com di gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (1/10/2012).

Penyelenggaraan UKG gelombang pertama yang dilakukan Agustus lalu menuai banyak kritik. Pasalnya, banyak guru peserta yang urung mengikuti UKG lantaran terganjal permasalahan teknis, mulai dari ketidaksiapan infrastruktur pendukung hingga karut marut data peserta. Karena persoalan itu, ribuan guru akhirnya tertunda mengikuti UKG dan dijadwalkan kembali mengikuti di gelombang kedua.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (Kepala BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Syawal Gultom mengatakan, tempat uji kompetensi (TUK) pada pelaksanaan UKG gelombang kedua akan ditambah. Hal itu dilakukan untuk menampung seluruh peserta UKG gelombang kedua, dan guru peserta yang gagal mengikuti UKG di gelombang pertama.

Dia menjelaskan, pada UKG gelombang pertama yang digelar Agustus 2012 lalu, TUK yang disediakan mencapai 3.658 dengan jumlah komputer mencapai 72.820 buah. Akan tetapi pada pelaksanaannya, hanya sekitar 2.900 TUK yang dapat beroperasi dengan baik, sementara sisanya terkendala masalah jaringan internet yang buruk.

Awalnya, peserta UKG mulai dari guru TK sampai SMA mencapai 1,02 juta peserta. Akan tetapi, jumlahnya menyusut menjadi 1.006.216 setelah verifikasi data dilakukan. Adapun peserta UKG gelombang kedua mencapai sekitar 38 ribu, dengan jumlah TUK sekitar 3.000.

10 Cara mengatasi Komputer Lambat


Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya. 

1. Komputer lambat karena kekurangan Memory 
Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer.

Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB.

2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall.
Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali.

Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut.

3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan.
Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup.

Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab servicedan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan.

Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Prosesexplorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus.

process explorer

Download Process Explorer disini

4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak
Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary(sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp". 

Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup.

5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program"
Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus.

Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card.

6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk

Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena:
- hardisk low space
- hardisk yang terfragmentasi
- hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun
- hardisk error / bad sector

Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah:
- upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk
- lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala
- hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih.
perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk.

7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer.
Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankanWindows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi.

8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang.
Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan.

9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat.
Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan  sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar.

10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network 
Hal ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita. Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari komputer kita.

Mungkin itulah beberapa hal penyebab dan cara mengatasi komputer lambat yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang sering saya temui, tambahan dan koreksi lainnya saya tunggu...thanks.

Pelajar Indonesia Juara Olimpiade Informatika Internasional

Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2012 bersama pembimbing dan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Masing-masing peserta Nathan Azaria (SMAN 2 Purwokerto), Jonathan Irvin Gunawan (SMAK 1 BPK PENABUR Bandung), Cakra Wishnu Wardhana (SMAN 8 Yogyakarta), dan Muhammad Aji Muharrom (MAN Insan Cendekia Serpong).

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Olimpiade Komputer Indonesia 2012 yang bertanding dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) ke-24 di Milan, Italia, 23-30 September 2012, berhasil mempersembahkan satu medali perak dan tiga medali perunggu. Tim Indonesia menempati posisi ke-19 dari klasemen umum negara-negara peserta.
Medali perak dipersembahkan Nathan Azaria (SMAN 2 Purwokerto). Adapun medali perunggu dipersembahkan Jonathan Irvin Gunawan (SMAK 1 BPK Penabur Bandung), Cakra Wishnu Wardhana (SMAN 8 Yogyakarta), dan Muhammad Aji Muharrom (MAN Insan Cendekia Serpong).
Fauzan Joko, humas tim Olimpiade Komputer Indonesia,  mengatakan, prestasi ini meningkat signifikan jika dibandingkan keikutsertaan Indonesia dalam IOI sebelumnya di Pattaya, Thailand. Ketika itu, tim Indonesia mendapat dua medali perunggu.
Tahun ini IOI diikuti 317 peserta dari 81 negara. Nilai tertinggi dalam kompetisi ini (absolute winner) diraih oleh Johnny Ho dari Amerika Serikat yang berhasil mengumpulkan nilai sempurna 600 pada dua hari pertandingan. Ia sekaligus mematahkan dominasi Gennady Korotkevich dari Belarusia yang tiga kali berturut-turut menempati peringkat pertama di tiga ajang IOI sebelumnya.
Juara umum diraih oleh tim dari Republik Rakyat China dan Rusia yang sama-sama berhasil meraih empat medali emas. Namun, jika dihitung berdasarkan perolehan poin, China masih lebih unggul.
Fauzan menambahkan, dengan 17 kali keikutsertaan tim Indonesia di ajang IOI sejak tahun 1995 hingga 2012, secara keseluruhan 34 medali telah berhasil dikumpulkan yang terdiri atas dua emas, 14 perak, dan 21 perunggu. Tercatat hanya di tahun 1996 dan 1999 Indonesia gagal meraih medali. Di tahun 2003, Indonesia gagal bertanding ketika IOI dilaksanakan di Kenosha, Amerika Serikat, karena masalah visa.
"Apa pun yang telah dihasilkan dalam kompetisi kali ini kita patut berbangga dan memberi penghargaan setinggi-tingginya untuk semangat, perjuangan, dan pengorbanan yang telah dilakukan para siswa, pembina, serta pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang telah bekerja dengan segala upaya untuk dapat meraih hasil yang terbaik," papar Fauzan, Minggu (30/9/2012), di Jakarta.
Tim Indonesia akan tiba kembali di Tanah Air pada Senin (1/10/2012).