![]() |
| PROSESOR DUAL CORE 2,80 GHz, RAM DDR2 1 Gb, HDD IDE 120 Gb, DVD RW, CASING NEW, Rp. 1,3JT |
Senin, 05 November 2012
DUAL CORE MURAH
Kamis, 11 Oktober 2012
PR Kita, Sekolah dan Kota yang Ramah Anak
| Suasana belajar yang mengedepankan dialog interaktif antara guru dan murid di tingkat keempat North Jakarta International School di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (5/9). Sekolah internasional kini berkembang di sejumlah wilayah Tanah Air. Selain warga negara asing, sekolah ini juga menyasar anak-anak Indonesia dari kalangan ekonomi menengah atas. |
JAKARTA, KOMPAS.com - Stop tawuran. Stop kekerasan di
dunia pendidikan. Seruan ini sudah didengung-dengungkan dua pekan
lamanya sejak tawuran antarpelajar kembali pecah di kawasan Bulungan, 24
September lalu. Yang terbaru, salah satu siswa SMP di Depok yang
menjadi korban penculikan dan perkosaan malah mendapat sindiran keras
dari pihak sekolah. Namun, seruan saja tak akan mampu memutus mata
rantai kekerasan di sekolah tanpa ada upaya-upaya mendasar dalam
pendidikan intelektual dan dan mental generasi muda.
Di luar tanggung jawab utama yang dimiliki oleh institusi keluarga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, mengatakan sekolah dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sekolah yang ramah anak dan kota layak anak.
Sekolah, tentu saja terdiri dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah dan para siswa, sementara masyarakat adalah lingkungan di luar rumah dan sekolah, termasuk pemerintah daerah dan aparat setempat.
"Perlindungan anak tetap dikedepankan, kita buat kota layak anak, semua pihak mulai dari keluarga RT, RW, Kabupaten kota, termasuk dengan sekolah ramah anak," ungkapnya ketika mengikuti upacara di SMA Negeri 6 Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sekolah bisa menjadi ramah bagi anak bila mampu menyediakan ruang bagi siswa untuk berkreasi dan menciptakan suasana yang kondusif bagi anak untuk belajar. Sama dengan pendidikan di rumah, nilai-nilai kasih sayang dalam penegakan disiplin harus tetap dijunjung.
"Harus ada kemauan dari kita semua. Di sekolah sudah harus punya sistem penegakan hukum yang benar ditegakkan. Tentu bukan dengan sistem algojo, tapi dengan kasih sayang, komunikasi yang terbuka, mengarahkan minat, dan tetap memberi panutan baik bagi anak-anak," tambahnya kemudian.
Sementara itu, sesuai program kementerian, sebuah kota bisa dikatakan layak untuk anak bila memenuhi lima aspek, yaitu disediakannya forum anak, adanya peraturan daerah yang menjamin perlindungan hak anak, serta ada kelembagaan, anggaran dan gugus tugas khusus untuk agenda ini.
Hormat sesama, cinta tanah air
Dengan sinergi antara orangtua, sekolah dan masyarakat, Linda yakin munculnya kekerasan pada anak dan remaja dapat berkurang. Akan makin efektif, jika ketiga elemen itu mengajarkan nilai mengasihi dan menghormati sesama serta rasa cinta tanah air.
Linda menilai, salah satu faktor utama yang menyebabkan generasi muda tidak lagi malu melakukan kekerasan dan ikut terlibat dalam tawuran adalah tipisnya rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.
"Nomor satu itu itu cinta tanah air, semangat merah putih, sayang. Sudah itu aja. Kalau sudah cinta, kita semua akan malu kalau berbuat yang tidak baik untuk diri kita sendiri, sekolah, orangtua, dan bangsa ini," ujarnya.
Pemahaman akan makna upacara bendera, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan ikrar pelajar seharusnya bisa mengingatkan para pelajar akan semangat perjuangan kemerdekaan para pahlawan untuk mengaplikasikan semangat yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang juga bisa ditempuh adalah berkunjung ke makam pahlawan.
Para pelajar juga didorong untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit dan fokus untuk meraihnya. Dengan demikian, tak akan ada tempat untuk kekerasan di sekolah.
Di luar tanggung jawab utama yang dimiliki oleh institusi keluarga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, mengatakan sekolah dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sekolah yang ramah anak dan kota layak anak.
Sekolah, tentu saja terdiri dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah dan para siswa, sementara masyarakat adalah lingkungan di luar rumah dan sekolah, termasuk pemerintah daerah dan aparat setempat.
"Perlindungan anak tetap dikedepankan, kita buat kota layak anak, semua pihak mulai dari keluarga RT, RW, Kabupaten kota, termasuk dengan sekolah ramah anak," ungkapnya ketika mengikuti upacara di SMA Negeri 6 Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sekolah bisa menjadi ramah bagi anak bila mampu menyediakan ruang bagi siswa untuk berkreasi dan menciptakan suasana yang kondusif bagi anak untuk belajar. Sama dengan pendidikan di rumah, nilai-nilai kasih sayang dalam penegakan disiplin harus tetap dijunjung.
"Harus ada kemauan dari kita semua. Di sekolah sudah harus punya sistem penegakan hukum yang benar ditegakkan. Tentu bukan dengan sistem algojo, tapi dengan kasih sayang, komunikasi yang terbuka, mengarahkan minat, dan tetap memberi panutan baik bagi anak-anak," tambahnya kemudian.
Sementara itu, sesuai program kementerian, sebuah kota bisa dikatakan layak untuk anak bila memenuhi lima aspek, yaitu disediakannya forum anak, adanya peraturan daerah yang menjamin perlindungan hak anak, serta ada kelembagaan, anggaran dan gugus tugas khusus untuk agenda ini.
Hormat sesama, cinta tanah air
Dengan sinergi antara orangtua, sekolah dan masyarakat, Linda yakin munculnya kekerasan pada anak dan remaja dapat berkurang. Akan makin efektif, jika ketiga elemen itu mengajarkan nilai mengasihi dan menghormati sesama serta rasa cinta tanah air.
Linda menilai, salah satu faktor utama yang menyebabkan generasi muda tidak lagi malu melakukan kekerasan dan ikut terlibat dalam tawuran adalah tipisnya rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.
"Nomor satu itu itu cinta tanah air, semangat merah putih, sayang. Sudah itu aja. Kalau sudah cinta, kita semua akan malu kalau berbuat yang tidak baik untuk diri kita sendiri, sekolah, orangtua, dan bangsa ini," ujarnya.
Pemahaman akan makna upacara bendera, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan ikrar pelajar seharusnya bisa mengingatkan para pelajar akan semangat perjuangan kemerdekaan para pahlawan untuk mengaplikasikan semangat yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang juga bisa ditempuh adalah berkunjung ke makam pahlawan.
Para pelajar juga didorong untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit dan fokus untuk meraihnya. Dengan demikian, tak akan ada tempat untuk kekerasan di sekolah.
Guru Harus Kreatif, Bisa Ajar Etika Lewat 'Games'
| M.LATIEF/KOMPAS.COM Ilustrasi: hidup guru adalah lentera bagi para muridnya. |
JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya kasus kekerasan dan
aksi tawuran antarpelajar yang sering terjadi belakangan ini
mencerminkan sistem pendidikan di Indonesia masih kacau. Pengamat
perlindungan anak, Seto Mulyadi, memandang perlu adanya perubahan
kurikulum pendidikan yang lebih mengedepankan soal pendidikan karakter
terutama bagi anak dan remaja.
"Sistem pendidikan kita, nampaknya sudah melupakan etika, bahkan masih belum mementingkan pendidikan spiritual. Cara bertingkah laku pelajar masih kacau, masih ada banyak kasus kerasan dan aksi tawuran seperti yang lalu itu," ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini saat menghadiri acara pelatihan ESQ bagi siswa SMA 70 dan SMA 6 di Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Kak Seto menyarankan perlu adanya metode yang tepat untuk memutus mata rantai kekerasan dan tawuran di dunia pendidikan. Dalam hal tersebut, peningkatan kurikulum dapat diperankan oleh guru di sekolah.
"Hal demikian itu dipraktikkan oleh guru di sekolah, coba merangsang panca indera mereka (anak remaja) dengan game atau permainan yang mengedepankan kecerdasan emosial dan spiritual mereka. Itu efektif sekali membuat anak senang sekaligus berkarakter," ucapnya.
Kak Seto juga menjelaskan, visi pendidikan Indonesia harusnya sudah mengedepankan soal penerapan etika, yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan estetika.
"Tidak hanya mengejar nilai-nilai akademis, tetapi juga etika dan estetika. Dengan begitu, para pelajar dapat menjadi pribadi yang baik, dan bisa menjauhi tindakan-tindakan kekerasan yang ada di sekitarnya," jelas Kak Seto.
Ia menambahkan, perlu juga adanya campur tangan dari pihak ketiga, yaitu orang tua, sekolah, dan aparat untuk tetap memberikan teladan yang baik agar lingkungan sekitar juga mendukung sistem pendidikan yang sedang mereka jalani.
"Jangan sampai yang sudah baik dan damai dapat membara lagi. Ini berkaitan dengan usia anak juga, tolong kita yang dewasa berikan juga hak diskresi mereka, agar mereka bisa mengambil keputusannya sendiri," tandasnya.
"Sistem pendidikan kita, nampaknya sudah melupakan etika, bahkan masih belum mementingkan pendidikan spiritual. Cara bertingkah laku pelajar masih kacau, masih ada banyak kasus kerasan dan aksi tawuran seperti yang lalu itu," ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini saat menghadiri acara pelatihan ESQ bagi siswa SMA 70 dan SMA 6 di Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Kak Seto menyarankan perlu adanya metode yang tepat untuk memutus mata rantai kekerasan dan tawuran di dunia pendidikan. Dalam hal tersebut, peningkatan kurikulum dapat diperankan oleh guru di sekolah.
"Hal demikian itu dipraktikkan oleh guru di sekolah, coba merangsang panca indera mereka (anak remaja) dengan game atau permainan yang mengedepankan kecerdasan emosial dan spiritual mereka. Itu efektif sekali membuat anak senang sekaligus berkarakter," ucapnya.
Kak Seto juga menjelaskan, visi pendidikan Indonesia harusnya sudah mengedepankan soal penerapan etika, yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan estetika.
"Tidak hanya mengejar nilai-nilai akademis, tetapi juga etika dan estetika. Dengan begitu, para pelajar dapat menjadi pribadi yang baik, dan bisa menjauhi tindakan-tindakan kekerasan yang ada di sekitarnya," jelas Kak Seto.
Ia menambahkan, perlu juga adanya campur tangan dari pihak ketiga, yaitu orang tua, sekolah, dan aparat untuk tetap memberikan teladan yang baik agar lingkungan sekitar juga mendukung sistem pendidikan yang sedang mereka jalani.
"Jangan sampai yang sudah baik dan damai dapat membara lagi. Ini berkaitan dengan usia anak juga, tolong kita yang dewasa berikan juga hak diskresi mereka, agar mereka bisa mengambil keputusannya sendiri," tandasnya.
Jumat, 05 Oktober 2012
Kadisdik DKI: Sekolah Tak Boleh, yang Boleh Komite
| Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto |
"Dalam undang-undang diperkenankan ada peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan. Jika itu bisa dilakukan secara musyawarah, demokratis dan tetap mempertimbangkan ada yang tidak mampu, kan boleh saja," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2012).
Ia mengungkapkan, salah satu pasal dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, pendidikan adalah urusan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat. Menurut Taufik, Komite Sekolah masuk dalam unsur masyarakat di mana berhak memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan.
"Bukan berarti sekolah yang mengambil, tapi Komite Sekolah. Intruksi dari Dinas, mereka harus bekerja optimal, target kurikulum tercapai. Yang pasti sekolah menjalankan peranannya, kalau komite mau, bisa saja bekerja sama dengan pihak sekolah," papar Taufik.
Pernyataan Taufik tersebut, merupakan tanggapan atas sosialisasi iuran yang dilakukan Komite SMA 14 kepada sekitar 800 siswanya. Semula direncanakan akan ada iuran sebesarRp 200 ribu per siswa per bulan. Pihak komite dan sekolah melakukan langkah tersebut sebagai inisiatif karena bangunan sekolah mereka tengah direhabilitasi total. Sementara, gedung pengganti berupa SD yang disediakan, tidak memenuhi klasifikasi sekolah berstandar nasional tersebut.
Oleh sebab itu, komite dan sekolah berinisiatif mencari bangunan alternatif yang mampu mengakomodasi kegiatan belajar mengajar selama gedung sekolah di rehabilitasi total. Kedua pihak tersebut kemudian mendapatkan sewa gedung di Kompleks STIKES Binawan, Jl. Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pihak sekolah kemudian melakukan pengelolaan dana secara swadaya untuk menyewa bangunan tersebut. Dengan alasan tersebut, komite melakukan sosialisasi tentang iuran sebesar Rp 200 ribu per bulan kepada wali murid. Pihak komite menyatakan bagi siswa yang tidak mampu, bisa menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Taufik menambahkan, Dinas Pendidikan sendiri memang hanya memberikan dana pada sektor rehabilitasi total bangunan. Pihaknya tidak memberikan dana pemindahan atau penampungan sementara. Oleh sebab itu, dalam kasus SMA 14, ia mengaku, langkah yang ditempuh komite dan sekolah untuk mencari alternatif demi kelancaran pendidikan, wajar adanya.
"Yang dimaksud biaya investasi dan operasional. Investasi itu gedung, operasional itu gaji guru, memang gratis. Kalau SMA 14 ini khusus, kan sedang kita perbaiki. Supaya fasilitas lebih representatif dan memadai, itu silahkan, asalkan tetap demokratis seperti yang tadi," katanya.
Senin, 01 Oktober 2012
Kemendikbud Janji UKG Gelombang II Lebih Baik
| Uji Kompetensi Guru - Sejumlah guru mengerjakan soal Uji Kompetensi Guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jetis, Yogyakarta, Selasa (31/7/2012). UKG gelombang kedua di sekolah itu pada hari tersebut berjalan lancar sedangkan gelombang sebelumnya gagal karena terkendala masalah koneksi ke server. |
JAKARTA, KOMPAS.com - Uji Kompetensi Guru (UKG) gelombang kedua akan digelar mulai Selasa (2/10/2012) besok. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, menjamin pelaksanaannya akan lebih baik. Oleh karena itu, menurutnya, guru peserta tidak perlu khawatir.
"Semua persiapannya sudah kita lakukan lebih baik. Untuk para guru peserta tak usah berpikir terlalu jauh. UKG dilakukan demi kebaikan dan untuk pemetaan. Persiapkan diri sebaik-baiknya," kata Nuh saat dijumpai Kompas.com di gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Penyelenggaraan UKG gelombang pertama yang dilakukan Agustus lalu menuai banyak kritik. Pasalnya, banyak guru peserta yang urung mengikuti UKG lantaran terganjal permasalahan teknis, mulai dari ketidaksiapan infrastruktur pendukung hingga karut marut data peserta. Karena persoalan itu, ribuan guru akhirnya tertunda mengikuti UKG dan dijadwalkan kembali mengikuti di gelombang kedua.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (Kepala BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Syawal Gultom mengatakan, tempat uji kompetensi (TUK) pada pelaksanaan UKG gelombang kedua akan ditambah. Hal itu dilakukan untuk menampung seluruh peserta UKG gelombang kedua, dan guru peserta yang gagal mengikuti UKG di gelombang pertama.
Dia menjelaskan, pada UKG gelombang pertama yang digelar Agustus 2012 lalu, TUK yang disediakan mencapai 3.658 dengan jumlah komputer mencapai 72.820 buah. Akan tetapi pada pelaksanaannya, hanya sekitar 2.900 TUK yang dapat beroperasi dengan baik, sementara sisanya terkendala masalah jaringan internet yang buruk.
Awalnya, peserta UKG mulai dari guru TK sampai SMA mencapai 1,02 juta peserta. Akan tetapi, jumlahnya menyusut menjadi 1.006.216 setelah verifikasi data dilakukan. Adapun peserta UKG gelombang kedua mencapai sekitar 38 ribu, dengan jumlah TUK sekitar 3.000.
"Semua persiapannya sudah kita lakukan lebih baik. Untuk para guru peserta tak usah berpikir terlalu jauh. UKG dilakukan demi kebaikan dan untuk pemetaan. Persiapkan diri sebaik-baiknya," kata Nuh saat dijumpai Kompas.com di gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Penyelenggaraan UKG gelombang pertama yang dilakukan Agustus lalu menuai banyak kritik. Pasalnya, banyak guru peserta yang urung mengikuti UKG lantaran terganjal permasalahan teknis, mulai dari ketidaksiapan infrastruktur pendukung hingga karut marut data peserta. Karena persoalan itu, ribuan guru akhirnya tertunda mengikuti UKG dan dijadwalkan kembali mengikuti di gelombang kedua.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (Kepala BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Syawal Gultom mengatakan, tempat uji kompetensi (TUK) pada pelaksanaan UKG gelombang kedua akan ditambah. Hal itu dilakukan untuk menampung seluruh peserta UKG gelombang kedua, dan guru peserta yang gagal mengikuti UKG di gelombang pertama.
Dia menjelaskan, pada UKG gelombang pertama yang digelar Agustus 2012 lalu, TUK yang disediakan mencapai 3.658 dengan jumlah komputer mencapai 72.820 buah. Akan tetapi pada pelaksanaannya, hanya sekitar 2.900 TUK yang dapat beroperasi dengan baik, sementara sisanya terkendala masalah jaringan internet yang buruk.
Awalnya, peserta UKG mulai dari guru TK sampai SMA mencapai 1,02 juta peserta. Akan tetapi, jumlahnya menyusut menjadi 1.006.216 setelah verifikasi data dilakukan. Adapun peserta UKG gelombang kedua mencapai sekitar 38 ribu, dengan jumlah TUK sekitar 3.000.
10 Cara mengatasi Komputer Lambat
Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya.
1. Komputer lambat karena kekurangan Memory
Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer.
Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB.
2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall.
Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali.
Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut.
3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan.
Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup.
Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab servicedan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan.
Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Prosesexplorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus.
4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak
Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary(sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp".
Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup.
5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program"
Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus.
Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card.
6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk
Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena:
- hardisk low space
- hardisk yang terfragmentasi
- hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun
- hardisk error / bad sector
Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah:
- upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk
- lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala
- hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih.
- perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk.
7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer.
Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankanWindows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi.
8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang.
Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan.
9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat.
Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar.
10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network
1. Komputer lambat karena kekurangan Memory
Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer.
Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB.
2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall.
Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali.
Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut.
3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan.
Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup.
Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab servicedan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan.
Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Prosesexplorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus.
Download Process Explorer disini
4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak
Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary(sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp".
Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup.
5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program"
Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus.
Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card.
6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk
Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena:
- hardisk low space
- hardisk yang terfragmentasi
- hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun
- hardisk error / bad sector
Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah:
- upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk
- lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala
- hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih.
- perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk.
7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer.
Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankanWindows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi.
8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang.
Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan.
9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat.
Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar.
10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network
Hal ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita. Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari komputer kita.
Mungkin itulah beberapa hal penyebab dan cara mengatasi komputer lambat yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang sering saya temui, tambahan dan koreksi lainnya saya tunggu...thanks.
Mungkin itulah beberapa hal penyebab dan cara mengatasi komputer lambat yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman yang sering saya temui, tambahan dan koreksi lainnya saya tunggu...thanks.
Pelajar Indonesia Juara Olimpiade Informatika Internasional
| Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2012 bersama pembimbing dan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Masing-masing peserta Nathan Azaria (SMAN 2 Purwokerto), Jonathan Irvin Gunawan (SMAK 1 BPK PENABUR Bandung), Cakra Wishnu Wardhana (SMAN 8 Yogyakarta), dan Muhammad Aji Muharrom (MAN Insan Cendekia Serpong). |
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Olimpiade Komputer Indonesia 2012 yang bertanding dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) ke-24 di Milan, Italia, 23-30 September 2012, berhasil mempersembahkan satu medali perak dan tiga medali perunggu. Tim Indonesia menempati posisi ke-19 dari klasemen umum negara-negara peserta.
Medali perak dipersembahkan Nathan Azaria (SMAN 2 Purwokerto). Adapun medali perunggu dipersembahkan Jonathan Irvin Gunawan (SMAK 1 BPK Penabur Bandung), Cakra Wishnu Wardhana (SMAN 8 Yogyakarta), dan Muhammad Aji Muharrom (MAN Insan Cendekia Serpong).
Fauzan Joko, humas tim Olimpiade Komputer Indonesia, mengatakan, prestasi ini meningkat signifikan jika dibandingkan keikutsertaan Indonesia dalam IOI sebelumnya di Pattaya, Thailand. Ketika itu, tim Indonesia mendapat dua medali perunggu.
Tahun ini IOI diikuti 317 peserta dari 81 negara. Nilai tertinggi dalam kompetisi ini (absolute winner) diraih oleh Johnny Ho dari Amerika Serikat yang berhasil mengumpulkan nilai sempurna 600 pada dua hari pertandingan. Ia sekaligus mematahkan dominasi Gennady Korotkevich dari Belarusia yang tiga kali berturut-turut menempati peringkat pertama di tiga ajang IOI sebelumnya.
Juara umum diraih oleh tim dari Republik Rakyat China dan Rusia yang sama-sama berhasil meraih empat medali emas. Namun, jika dihitung berdasarkan perolehan poin, China masih lebih unggul.
Fauzan menambahkan, dengan 17 kali keikutsertaan tim Indonesia di ajang IOI sejak tahun 1995 hingga 2012, secara keseluruhan 34 medali telah berhasil dikumpulkan yang terdiri atas dua emas, 14 perak, dan 21 perunggu. Tercatat hanya di tahun 1996 dan 1999 Indonesia gagal meraih medali. Di tahun 2003, Indonesia gagal bertanding ketika IOI dilaksanakan di Kenosha, Amerika Serikat, karena masalah visa.
"Apa pun yang telah dihasilkan dalam kompetisi kali ini kita patut berbangga dan memberi penghargaan setinggi-tingginya untuk semangat, perjuangan, dan pengorbanan yang telah dilakukan para siswa, pembina, serta pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang telah bekerja dengan segala upaya untuk dapat meraih hasil yang terbaik," papar Fauzan, Minggu (30/9/2012), di Jakarta.
Tim Indonesia akan tiba kembali di Tanah Air pada Senin (1/10/2012).
Minggu, 30 September 2012
Kemendikbud: 2013, Belajar Tematik, Siswa Makin Senang
| Dalam sebuah seminar IGI pada 2011 lalu, sekitar 500 orang guru mengaku tidak pernah membaca kurikulum. Mereka hanya mengandalkan buku teks yang ada. |
Kemendikbud: 2013, Belajar Tematik, Siswa Makin Senang
JAKARTA, KOMPAS.com — Pembelajaran di sekolah dijanjikan akan lebih menyenangkan bersamaan dengan mulai diberlakukannya kurikulum pendidikan nasional yang baru tahun depan. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, proses pembelajaran yang lebih menyenangkan karena proses pendidikan ke depan condong menggunakan cara pembelajaran yang tematik tanpa buku-buku yang rumit dan tidak dititikberatkan pada konten tertentu."Kalau sekarang lebih kepada konten, anak-anak dituntut harus tahu. Tetapi, nanti pembelajarannya justru akan tematik. Misalnya belajar IPA atau pertanian dengan cara mengamati hujan dan siswa akan merasa senang," kata Musliar, di gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Tak hanya itu, mantan Rektor Universitas Andalas ini menjelaskan, bahan ajar pendidikan ke depan juga akan lebih memanfaatkan situasi lingkungan. Dengan cara-cara tersebut, kompetensi yang diharapkan dapat segera tercapai.
"Kita harapkan tiga kompetensi sekaligus, yakni attitude, skill, dan knowledge," ujarnya.
Sebelumnya, Musliar Kasim menilai pendidikan nasional sudah sangat membosankan. Para siswa mulai terlihat jenuh sehingga materi yang diajarkan tidak tertancap utuh dan mudah tergerus.
Untuk itu, Kemendikbud melakukan evaluasi menyeluruh pada kurikulum pendidikan nasional yang berlaku sejak 2006. Rencananya, seluruh jenjang pendidikan di Indonesia akan memiliki kurikulum baru mulai tahun 2013.
Sabtu, 29 September 2012
Jangan Ada Lagi Balas Dendam...
KOMPAS.com — Suyanti (44) berusaha tegar melihat jenazah anak tunggalnya, Deni Januar (17), yang perlahan-lahan diturunkan ke liang lahad di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Kamis (27/9).
Mata Suyanti berkaca-kaca, tetapi ia berusaha sekuat tenaga agar tangisnya tak sampai pecah. Tangis ibu yang kehilangan buah hati. Kehilangan tumpuan harapan.Beberapa perempuan mengelilingi Suyanti. Mereka khawatir jika ibu tunggal yang membesarkan Deni sejak suaminya meninggal belasan tahun silam itu tak kuat menahan kesedihan. Sehari sebelumnya, Suyanti dua kali tak sadarkan diri lantaran terpukul mengetahui putranya tewas akibat disabet dengan celurit oleh AU (17), siswa SMK Satya Bhakti (Kartika Zeni/KZ), Rabu siang lalu.
Namun, Suyanti yang hari itu mengenakan celana kain panjang dan kerudung corak hijau-hitam sungguh tegar dari awal hingga akhir upacara pemakaman. Ia lebih banyak diam, lalu ikut memanjatkan doa untuk putranya. Tak ada tangis histeris. Tak ada geram marah.
”Saya tidak bisa memberikan komentar dulu,” kata Suyanti saat ditemui seusai pemakaman. Ia memilih menenangkan diri.
Pesan ”emas” Suyanti
Namun, kepada teman-teman sekolah putranya di SMA Yayasan Karya 66, ia sungguh-sungguh berpesan agar mereka tidak membalas dendam atas kematian putranya. Ia ingin mereka mengikhlaskan kepergian Deni. Harapannya, biarkan penegak hukum menegakkan keadilan bagi Deni.
”Saya pesan, jangan melakukan pembalasan kalau kasihan sama almarhum. Jangan lakukan,” tutur Suyanti saat teman sekolah Deni melayat pada Rabu malam, seperti ditirukan Herlan (49), kakak kandung Suyanti, sekaligus ayah angkat Deni.
Menurut Herlan, Suyanti sangat berduka. Ia beberapa kali bergumam, bertanya mengapa Deni meninggalkannya. Hubungan Suyanti dan Deni sangat dekat. Sejak berusia balita, Deni sudah tidak mendapat kasih sayang dari ayah kandungnya yang meninggal karena sakit. Sosok ayah didapat dari Herlan, yang dipanggilnya bapak sejak almarhum belajar bicara. Sesekali Deni bisa sangat manja, bahkan minta tidur di sisi sang ibunda.
”Ia merasakan sedihnya kehilangan anak. Karena itu, ia tidak ingin hal ini juga menimpa orangtua lain. Ia berharap tidak ada lagi Deni-Deni yang lain,” tutur Herlan.
Sejak kecil, Deni tinggal di rumah Herlan di Gang Rusa 4, Kampung Bali, Manggarai, Jakarta Selatan. Di rumah sederhana itu, Deni kecil tumbuh bersama Herlan, istrinya, dua anak Herlan, Suyanti, dan adik laki-laki Herlan. Karena itu, ia tahu persis bagaimana Deni tumbuh dan bersikap.
Deni memang cenderung pendiam, tetapi tak pernah bermasalah. Ia juga rajin mengaji dan shalat. Bahkan, ia kerap berlatih marawis. Ia tak pernah minum minuman beralkohol. Sesekali temannya datang untuk kongko di depan rumah, tetapi pukul 22.00-23.00 mereka bubar.
Di kalangan guru dan teman- teman sekolahnya, almarhum juga dikenal sebagai orang yang tidak neko-neko, bahkan cenderung tak ada masalah. Ia juga dikenal suka berguyon.
Kristin (16), siswi kelas XII IPA, teman dekat Deni, mengenang almarhum sebagai anak yang jahil dan senang bercanda. Kendati berbeda kelas, mereka kerap jalan bersama dengan beberapa teman mereka yang lain, seperti Zaki dan Petra.
”Dia enggak pernah ikut tawuran sama sekali. Orangnya baik banget,” ujar Kristin dengan mata berkaca-kaca.
Ari (30-an), ibu guru bidang studi Geografi di SMA Yayasan Karya 66, mengaku terkejut mengetahui muridnya tewas akibat disabet dengan celurit. Ia tidak menyangka karena Deni dikenal sebagai anak yang tidak suka keributan.
”Kalau prestasi sekolah sedang-sedang saja, tetapi tidak pernah diomelin di sekolah,” kata Ari yang selama hampir dua tahun mengajar Deni.
Sasaran acak
Saat kejadian, Rabu siang, Deni tidak ikut dalam tawuran pelajar, tetapi ia jadi sasaran ”acak” karena permusuhan antara siswa SMK Satya Bakti dan SMA Yayasan Karya 66. Dua sekolah yang sama-sama berada di Jakarta Timur. Beberapa siswa yang ditanyai mengaku tidak tahu akar persoalan konflik itu.
Rabu itu, Deni dalam perjalanan pulang sekolah bersama dua temannya, Zaki dan Petra, di Jalan Saharjo, Jakarta Selatan. Ada pula beberapa siswa SMA Yayasan Karya 66 yang berada di bus yang sama dengan mereka.
Saat bersamaan, ada beberapa siswa SMK KZ sedang nongkrong. Tiba-tiba terjadi saling melempar batu. Siswa SMA Yayasan Karya 66 turun dari bus dan lari, tetapi mereka dihadang siswa SMK KZ yang berada di belakang mereka (Kompas, 27/9).
”Deni mau menolong saya...,” gumam Petra, yang berada hanya beberapa langkah dari liang kubur Deni. Air matanya meleleh tak henti, membuat kedua pipinya begitu basah.
Petra berpostur kurus dan tidak terlalu tinggi. Di sela-sela isak tangis, ia kembali mengulang gumaman, bagaimana Deni menolong, menyelamatkan nyawanya, tetapi justru kehilangan nyawa. Bu Ari mengusap punggung Petra, berusaha menenangkan anak didiknya itu.
Evi (40-an), ibunda Petra, juga hadir dalam upacara pemakaman itu. Ia melihat putranya dari kejauhan. Menurut dia, sejak Deni tewas, Petra terus bersedih, menangis. Ia tak mau berbicara banyak dengan ibunya.
”Setelah kejadian, saya sempat telepon Petra, menanyakan Deni. Namun, ia hanya bilang, ’Karena menyelamatkan Kakak (Petra), dia kena. Jangan telepon Kakak lagi’,” kata Evi.
Menurut Evi, beberapa teman Petra menuturkan bahwa saat dikejar, Petra terjatuh. Deni sudah berlari lebih dahulu. Celurit yang disabetkan AU awalnya hendak ditujukan kepada Petra, tetapi Deni yang berpostur tinggi besar melindungi temannya. Sabetan celurit itu yang kemudian bersarang di tubuhnya dan merenggut nyawa Deni.
”Dia memang orangnya perhatian dan melindungi,” tutur Indah (19), mahasiswi jurusan manajemen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta yang juga teman dekat Deni.
Pemimpin Yayasan Karya 66, Binsar E Hutabarat, mengaku tak habis pikir, bagaimana siswa yang tidak bermasalah bisa ikut jadi korban balas dendam tawuran. ”Saya prihatin,” ujarnya.
Ia mengakui, setahun lalu terjadi tawuran antara SMA Yayasan Karya 66 dan SMK KZ. Namun, manajemen sekolah sudah menetralkan suasana.
Semoga saja mata rantai dendam itu bisa diputus sehingga tak lagi ada Deni berikutnya.... (Antony Lee)
Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran Berdarah"
KOMPAS.com — Suyanti (44) berusaha tegar melihat jenazah anak tunggalnya, Deni Januar (17), yang perlahan-lahan diturunkan ke liang lahad di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Kamis (27/9).
Mata Suyanti berkaca-kaca, tetapi ia berusaha sekuat tenaga agar tangisnya tak sampai pecah. Tangis ibu yang kehilangan buah hati. Kehilangan tumpuan harapan.Beberapa perempuan mengelilingi Suyanti. Mereka khawatir jika ibu tunggal yang membesarkan Deni sejak suaminya meninggal belasan tahun silam itu tak kuat menahan kesedihan. Sehari sebelumnya, Suyanti dua kali tak sadarkan diri lantaran terpukul mengetahui putranya tewas akibat disabet dengan celurit oleh AU (17), siswa SMK Satya Bhakti (Kartika Zeni/KZ), Rabu siang lalu.
Namun, Suyanti yang hari itu mengenakan celana kain panjang dan kerudung corak hijau-hitam sungguh tegar dari awal hingga akhir upacara pemakaman. Ia lebih banyak diam, lalu ikut memanjatkan doa untuk putranya. Tak ada tangis histeris. Tak ada geram marah.
”Saya tidak bisa memberikan komentar dulu,” kata Suyanti saat ditemui seusai pemakaman. Ia memilih menenangkan diri.
Pesan ”emas” Suyanti
Namun, kepada teman-teman sekolah putranya di SMA Yayasan Karya 66, ia sungguh-sungguh berpesan agar mereka tidak membalas dendam atas kematian putranya. Ia ingin mereka mengikhlaskan kepergian Deni. Harapannya, biarkan penegak hukum menegakkan keadilan bagi Deni.
”Saya pesan, jangan melakukan pembalasan kalau kasihan sama almarhum. Jangan lakukan,” tutur Suyanti saat teman sekolah Deni melayat pada Rabu malam, seperti ditirukan Herlan (49), kakak kandung Suyanti, sekaligus ayah angkat Deni.
Menurut Herlan, Suyanti sangat berduka. Ia beberapa kali bergumam, bertanya mengapa Deni meninggalkannya. Hubungan Suyanti dan Deni sangat dekat. Sejak berusia balita, Deni sudah tidak mendapat kasih sayang dari ayah kandungnya yang meninggal karena sakit. Sosok ayah didapat dari Herlan, yang dipanggilnya bapak sejak almarhum belajar bicara. Sesekali Deni bisa sangat manja, bahkan minta tidur di sisi sang ibunda.
”Ia merasakan sedihnya kehilangan anak. Karena itu, ia tidak ingin hal ini juga menimpa orangtua lain. Ia berharap tidak ada lagi Deni-Deni yang lain,” tutur Herlan.
Sejak kecil, Deni tinggal di rumah Herlan di Gang Rusa 4, Kampung Bali, Manggarai, Jakarta Selatan. Di rumah sederhana itu, Deni kecil tumbuh bersama Herlan, istrinya, dua anak Herlan, Suyanti, dan adik laki-laki Herlan. Karena itu, ia tahu persis bagaimana Deni tumbuh dan bersikap.
Deni memang cenderung pendiam, tetapi tak pernah bermasalah. Ia juga rajin mengaji dan shalat. Bahkan, ia kerap berlatih marawis. Ia tak pernah minum minuman beralkohol. Sesekali temannya datang untuk kongko di depan rumah, tetapi pukul 22.00-23.00 mereka bubar.
Di kalangan guru dan teman- teman sekolahnya, almarhum juga dikenal sebagai orang yang tidak neko-neko, bahkan cenderung tak ada masalah. Ia juga dikenal suka berguyon.
Kristin (16), siswi kelas XII IPA, teman dekat Deni, mengenang almarhum sebagai anak yang jahil dan senang bercanda. Kendati berbeda kelas, mereka kerap jalan bersama dengan beberapa teman mereka yang lain, seperti Zaki dan Petra.
”Dia enggak pernah ikut tawuran sama sekali. Orangnya baik banget,” ujar Kristin dengan mata berkaca-kaca.
Ari (30-an), ibu guru bidang studi Geografi di SMA Yayasan Karya 66, mengaku terkejut mengetahui muridnya tewas akibat disabet dengan celurit. Ia tidak menyangka karena Deni dikenal sebagai anak yang tidak suka keributan.
”Kalau prestasi sekolah sedang-sedang saja, tetapi tidak pernah diomelin di sekolah,” kata Ari yang selama hampir dua tahun mengajar Deni.
Sasaran acak
Saat kejadian, Rabu siang, Deni tidak ikut dalam tawuran pelajar, tetapi ia jadi sasaran ”acak” karena permusuhan antara siswa SMK Satya Bakti dan SMA Yayasan Karya 66. Dua sekolah yang sama-sama berada di Jakarta Timur. Beberapa siswa yang ditanyai mengaku tidak tahu akar persoalan konflik itu.
Rabu itu, Deni dalam perjalanan pulang sekolah bersama dua temannya, Zaki dan Petra, di Jalan Saharjo, Jakarta Selatan. Ada pula beberapa siswa SMA Yayasan Karya 66 yang berada di bus yang sama dengan mereka.
Saat bersamaan, ada beberapa siswa SMK KZ sedang nongkrong. Tiba-tiba terjadi saling melempar batu. Siswa SMA Yayasan Karya 66 turun dari bus dan lari, tetapi mereka dihadang siswa SMK KZ yang berada di belakang mereka (Kompas, 27/9).
”Deni mau menolong saya...,” gumam Petra, yang berada hanya beberapa langkah dari liang kubur Deni. Air matanya meleleh tak henti, membuat kedua pipinya begitu basah.
Petra berpostur kurus dan tidak terlalu tinggi. Di sela-sela isak tangis, ia kembali mengulang gumaman, bagaimana Deni menolong, menyelamatkan nyawanya, tetapi justru kehilangan nyawa. Bu Ari mengusap punggung Petra, berusaha menenangkan anak didiknya itu.
Evi (40-an), ibunda Petra, juga hadir dalam upacara pemakaman itu. Ia melihat putranya dari kejauhan. Menurut dia, sejak Deni tewas, Petra terus bersedih, menangis. Ia tak mau berbicara banyak dengan ibunya.
”Setelah kejadian, saya sempat telepon Petra, menanyakan Deni. Namun, ia hanya bilang, ’Karena menyelamatkan Kakak (Petra), dia kena. Jangan telepon Kakak lagi’,” kata Evi.
Menurut Evi, beberapa teman Petra menuturkan bahwa saat dikejar, Petra terjatuh. Deni sudah berlari lebih dahulu. Celurit yang disabetkan AU awalnya hendak ditujukan kepada Petra, tetapi Deni yang berpostur tinggi besar melindungi temannya. Sabetan celurit itu yang kemudian bersarang di tubuhnya dan merenggut nyawa Deni.
”Dia memang orangnya perhatian dan melindungi,” tutur Indah (19), mahasiswi jurusan manajemen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta yang juga teman dekat Deni.
Pemimpin Yayasan Karya 66, Binsar E Hutabarat, mengaku tak habis pikir, bagaimana siswa yang tidak bermasalah bisa ikut jadi korban balas dendam tawuran. ”Saya prihatin,” ujarnya.
Ia mengakui, setahun lalu terjadi tawuran antara SMA Yayasan Karya 66 dan SMK KZ. Namun, manajemen sekolah sudah menetralkan suasana.
Semoga saja mata rantai dendam itu bisa diputus sehingga tak lagi ada Deni berikutnya.... (Antony Lee)
Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran Berdarah"
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik
JAKARTA - Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencanakan sosialisasi
kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 pada bulan depan. Saat ini,
Kemendikbud tengah mematangkan konsep kisi-kisi tersebut untuk kemudian
dikoordinasikan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kepala Badan Penelitian dan Pemgembangan Kemendikbud, Chairil Anwar
Notodiputro mengatakan, kebijakan untuk menerapkan 20 paket soal pada
UN mendatang menuntut pihaknya melakukan pesiapan yang lebih matang,
diawali dengan penyusunan kisi-kisi supaya bisa segera disosialisasikan.
“Dengan adanya 20 variasi soal memang perlu persiapan lebih, terutama
kisi-kisi soal yang diujikan. Tahun lalu November akhir, tahun ini kami
targetkan Oktober kisi-kisi sudah bisa dipelajari siswa,” kata Chairil
kepada Kompas.com, Sabtu (15/9/2012)
Akan tetapi, kata dia, sosialisasi baru bisa dilakukan setelah BSNP
memberi “restu” untuk melansir kisi-kisi UN tersebut. Karena secara
teknis, Kemendikbud hanya berwenang memberikan konsep atau draf
kisi-kisi UN, langkah selanjutnya menjadi wewenang penuh BSNP sebagai
badan yang bertanggungjawab besar pada UN.
“Balitbang Kemendikbud harus berkoordinasi dengan BSNP untuk
mensosialisasikan kisi-kisi UN. Jika BSNP oke, maka itu akan langsung
dibagikan ke masyarakat melalui website,” pungkasnya.
Sesuai kisi-kisi
Sementara itu, Chairil juga mengatakan bahwa pembuatan soal-soal UN
2013 akan merujuk pada kisi-kisi yang bakal disosialisasikan. Dia
mengatakan, rancangan ini bertujuan agar tercipta kesinambungan antara
kisi-kisi UN dengan soal yang akan diujikan. Dengan demukian, para
peserta UN tak akan kaget saat menghadapi ujian.
“Kisi-kisi menjadi dasar untuk pembuatan soal, supaya ada
kesinambungan antara materi yang dipelajari dengan soal ujian,”
tuturnya.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk menggunakan 20 jenis soal
pada pelaksanaan UN 2013. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan
meningkatkan kredibilitas UN, sejalan dengan upaya menekan praktik
kecurangan pada hajat tahunan itu, selain agar sesuai dengan rencana
mengintegrasikan hasil UN sebagai tiket masuk ke perguruan tinggi negeri
(PTN).
Sumber: KOMPAS.com
Tips dan Trik belajar Microsoft Office 97-2007 dengan cara cepat
28 August 2009
300,293 views
113 Comments
Berikut tips dan trik lewat jalan
pintas(quick reference) untuk belajar Microsoft Office dari versi 97,
2000, 2002, 2003, 2004, dan 2007. Metode belajar adalah lewat sistem
quick reference yang memudahkan siapa saja dapat dengan mudah menguasai
aplikasi desktop, karena biasanya hanya berupa beberapa lembaran
sederhana namun padat akan tutorial berupa perintah cepat .
| Material | Link Download |
|---|---|
| Microsoft Access | Access 2010 – Access 2007 – Access 2003 |
| Microsoft Excel | Excel 2010 – Excel 2007 – Excel 2003 |
| Microsoft Word | Word 2010 – Word 2007 – Word 2003 |
| Microsoft PowerPoint | PowerPoint 2010 – PowerPoint 2007 – PowerPoint 2007 |
| Microsoft Outlook | Outlook 2010 – Outlook 2007 – Outlook 2003 |
| Microsoft Publisher | Publisher 2010 – Publisher 2007 – Publisher 2003 |
| Microsoft OneNote | OneNote 2010 – OneNote 2007 |
| Microsoft Publisher | Outlook 2010 – Outlook 2007 – Outlook 2003 |
| Microsoft Visio | Visio 2010 – Visio 2007 – Visio 2003 |
| Microsoft Project | Project 2010 - Project 2007 – Project 2003 |
| Microsoft Windows | Windows 7 – Windows Vista – Windows XP |
| Internet Explorer | Internet Explorer 8 – Internet Explorer 7 – Microsoft InfoPath |
5 Laptop Termahal Di Dunia
Berikut 5 Laptop Termahal Di Dunia :
1. Luvaglio
Yang satu ini Laptop nomor satu termahal di dunia dengan harga $1.000.000 atau sekitar Rp 9.500.000.000 (9 Miliyar Lima Ratus Juta Rupiah) memang harganya sangat-sangat mahal. Laptop ini hanya ada satu di dunia dan pembeli dapat menyesuaikan pilihan dari logam mulia, kulit. Beberapa fitur yang ada di dalam nya antara lain 128 GB solid state drive, MP3 Player, yang di bangun di stick USB.
2. Tulip E-GO Diamond
Tulip menggambarkan dirinya sebagai notebook mewah yang paling diinginkan di dunia. harga notebook ini adlah $ 355.000 . krom dan kurva bulat membuatnya mirip tas tangan perempuan. Ia juga memiliki kulit yang terbuat dari kulit.
3. Ego For Bentley
Harganya sekitar $ 20.000 sebenarnya kinerja dari notebook ini pun tidak terlau tinggi yaitu hanya memiliki CPU 64 bit untuk Vista 64 bit dan 160 GB HDD dikarenakan bentuknya yang unik jadi harga notebook ini mahal.
4. Voodoo Envy H:171
Jika Anda ingin laptop.notebook dengan kinerja nyata dan terlihat sesuai gaya Anda, Anda dapat memilih untuk Voodoo yang akan memberikan kinerja yang tinggi dengan prosesor Intel Core 2 Extreme X6800, sebuah chunky 4GB RAM, kembar Nvidia Quadro FX Go 2500M chipset grafis, 1.3MP webcam, dual hard disk 250GB, 7-in-1 memory card reader, dual layer DVD RW dan resolusi tinggi 1920×1200 layar 17 inci. Anda dapat memilih chasis dari 24 warna, notebook ini berharga sekitar $ 8500.
5. Rock Extreme SL8
Laptop tercepat di dunia. Dengan Intel Core 2 Quad Processor, NVIDIA 9800M GPU di SLI dan mengejutkan 8GB RAM. harganya sekitar $ 5000 yang yang tentunya sebanding dengan kinrerjanya.
Dan itulah 5 Laptop termahal di Dunia.
LAPTOP TERBARU
Berbagi Informasi seputar teknologi untuk Komputer Laptop atau Notebook Daftar Laptop Terbaru 2012 Murah
Laptop Terbaru Asus, Laptop HP, Laptop Acer, Laptop Toshiba. Komputer
adalah salah satu perangkat tidak sedikit orang pergunakan untuk
membantu aktifitas dalam rutinitas baik di rumah, kantor dan
tempat-tempat tertentu, setiap perkembangan teknologi tidak lepas dari
sepengguna tentu untuk orang-orang yang kenal akan teknologi turut
berpartisipasi, berlomba-lomba menciptakan sesuatu yang baru tidak lepas
dari pada orang-orang tersebut menciptakan atau sebatas mengikuti
perkembangannya saja dengan menikmati berbagai jenis Produk Perangkat Komputer untuk di gunakan sesuai kebutuhan.


Daftar Laptop Terbaru 2012 Spesifikasi Harga
Jenis komputer yang akan kita ungkap informasinya adalah Laptop atau Notebook. Banyak jenis Laptop yang bisa Anda temukan Spesifikasi Harga Laptop Terbaru 2012 setidaknya bagi Anda yang ingin membeli laptop haruslah tahu terlebih dahulu spesifikasi dan harga dari jenis komputer sesuai merek dan kebutuhan solusi tentu dengan mencari informasinya, berikut adalah salah satu daftar Laptop Terbaru 2012 menjadi pilihan yang bisa Anda bacaLaptop ASUS Terbaru 2012 Spesifikasi Harga
- Asus A43E-VX322D Spesifikasi: Pentium B950, 2GB DDR3, 320GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, VGA Intel HD Graphic, Camera, 14inch WXGA, Non OS Harga: Rp 3.800.000,-
- Asus A43E-VX325D Spefisikasi: Core i3-2330M, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, VGA Intel GMA 3000MHD, Camera, 14inch WXGA, Non OS Harga: Rp 4.600.000,-
- Asus A43E-VX593D Spefisikasi: Intel B960 2.2Ghz, 14inch HD Color Shine, 2GB DDR3, 320GB, Intel HD, DVDRW, Camera, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, Non OS Harga: Rp 3.900.000,-
Laptop HP Terbaru 2012 Spesifikasi Harga
- HP 430-2310 Spefisikasi: Core i3-2310M, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Intel HD 729MB (shared), Camera, 14inch WXGA, Non OS Harga: Rp 4.500.000,-
- HP 431A-2410 Spefisikasi: Core i5-2410M, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA ATI Radeon HD 6470M 1GB, Camera, 14inch WXGA, Non OS Harga: Rp 5.800.000,-
- HP Compaq 435 AMD Spefisikasi: AMD E-350, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA ATI Radeon HD 6310, Camera, 14inch WXGA, Non OS Harga: Rp 3.300.000,-
Laptop Acer Terbaru 2012 Spesifikasi Harga
- Acer Aspire 4250-452G50Mnkk Spefisikasi: AMD E450 1.6Ghz, 14inch HD Acer Cine Crystal, 2GB DDR3, 500GB, DVDRW, Camera, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, Non OS Harga: Rp 3.500.000,-
- Acer Aspire 4349-B802G32Mn Spefisikasi: Intel B800 1.5Ghz, 14inch HD Acer Cine Crystal, 2GB DDR3, 320GB, Intel GMA, DVDRW, Camera, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, Non OS Harga: Rp 3.500.000,-
- Acer Aspire 4739-372G32Mikk Spefisikasi: Core i3-370M, 2GB DDR3, 320GB HDD, DVD±RW, WiFi, VGA Intel HD Graphics, Camera, 14inch WXGA, Non OS Harga: Rp 4.200.000,-
Laptop Toshiba Terbaru 2012 Spesifikasi Harga
- Toshiba NB510 Spefisikasi: Intel Atom N2800 1.86Ghz, 2GB, 320GB, No Optical Drive, Wifi, Bluetooth, Intel GMA, Camera, 10.1inch WSVGA, Non OS, Batt 6 Cell Harga: Rp 3.100.000,-
- Toshiba Libretto W100-1001 Spefisikasi: Dual Core U5400, 2GB DDR3, 62GB SSD, WiFi, Bluetooth, VGA Intel GMA HD 729MB (shared), Camera, Dual 7inch WSVGA, Win7 Home Premium Harga: Rp 5.900.000,-
- Toshiba Portege R830-2042U Spefisikasi: Core i5-2430M, 4GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, GbE NIC, WiFi, Bluetooth, Fingerprint, VGA Intel GMA HD 1 GB (shared), Camera, 13.3inch WXGA, Win7 Pro Harga: Rp 12.700.000,-
Langganan:
Postingan (Atom)






