JAKARTA - Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencanakan sosialisasi
kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 pada bulan depan. Saat ini,
Kemendikbud tengah mematangkan konsep kisi-kisi tersebut untuk kemudian
dikoordinasikan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kepala Badan Penelitian dan Pemgembangan Kemendikbud, Chairil Anwar
Notodiputro mengatakan, kebijakan untuk menerapkan 20 paket soal pada
UN mendatang menuntut pihaknya melakukan pesiapan yang lebih matang,
diawali dengan penyusunan kisi-kisi supaya bisa segera disosialisasikan.
“Dengan adanya 20 variasi soal memang perlu persiapan lebih, terutama
kisi-kisi soal yang diujikan. Tahun lalu November akhir, tahun ini kami
targetkan Oktober kisi-kisi sudah bisa dipelajari siswa,” kata Chairil
kepada Kompas.com, Sabtu (15/9/2012)
Akan tetapi, kata dia, sosialisasi baru bisa dilakukan setelah BSNP
memberi “restu” untuk melansir kisi-kisi UN tersebut. Karena secara
teknis, Kemendikbud hanya berwenang memberikan konsep atau draf
kisi-kisi UN, langkah selanjutnya menjadi wewenang penuh BSNP sebagai
badan yang bertanggungjawab besar pada UN.
“Balitbang Kemendikbud harus berkoordinasi dengan BSNP untuk
mensosialisasikan kisi-kisi UN. Jika BSNP oke, maka itu akan langsung
dibagikan ke masyarakat melalui website,” pungkasnya.
Sesuai kisi-kisi
Sementara itu, Chairil juga mengatakan bahwa pembuatan soal-soal UN
2013 akan merujuk pada kisi-kisi yang bakal disosialisasikan. Dia
mengatakan, rancangan ini bertujuan agar tercipta kesinambungan antara
kisi-kisi UN dengan soal yang akan diujikan. Dengan demukian, para
peserta UN tak akan kaget saat menghadapi ujian.
“Kisi-kisi menjadi dasar untuk pembuatan soal, supaya ada
kesinambungan antara materi yang dipelajari dengan soal ujian,”
tuturnya.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk menggunakan 20 jenis soal
pada pelaksanaan UN 2013. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan
meningkatkan kredibilitas UN, sejalan dengan upaya menekan praktik
kecurangan pada hajat tahunan itu, selain agar sesuai dengan rencana
mengintegrasikan hasil UN sebagai tiket masuk ke perguruan tinggi negeri
(PTN).
Sumber: KOMPAS.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar